mom

Umi,
Udah berapa lama ya lely gak pulang?
Kira-kira 1 bulan ya mi,
Terakhir kali pulang waktu lagi sakit radang tenggorokan.
Di rumah umi rawat lely dengan baik,
Sebuah momen yang selalu lely nantikan,
Berada dalam pelukan umi,
Merasakan belaian lembut umi,
Badan ini belum pulih benar,
Tapi,
Maksa balik karena ada kuis,
Padahal badan masih lemes banget.
Pekan kemarin umi nanyain mau lely pulang apa nggak,
masyaAllah mi,
maafkan lely,
anakmu yang nakal ini sampek lupa kalo udah lama gak pulang,
terlalu sibuk dengan dunia lely sendiri,
padahal lely dah janji mengusahakan pulang minimal 1 bulan sekali,
padahal bu sup pernah cerita umi sedih banget kalo sms lely ma mas nanang trus kami bilang gak bisa pulang,
kadang kami mengeluh,
ketika di rumah umi ngatur kami ini itu,
ngomel mulu,
padahal sebenernya umi sayang banget ma kami,
kami pun sering kecewa,
yang kami harapkan di rumah kami bisa ngumpul sekeluarga,
ngobrol ini itu bareng,
seneng-seneng ngumpul sekeluarga,
tapi dari pagi sampek malem kegiatan umi full,
dari mencari nafkah, mimpin majelis ta’lim, sampai ngajar ngaji ibu-ibu,
apakah umi juga kecewa ketika kami bilang tidak bisa pulang karena kesibukan kami masing-masing?
Maafkan kami umi,
Sudah berapa kali kami membuatmu kecewa,
Tapi tak pernah sekalipun engkau kecewa dengan kami,
Terakhir kali lely ketemu umi di kost,
Umi kira lely udah waktunya libur,
Ternyata umi salah baca kalender akademik,
Subhanallah,
Begitu perhatiannya umi pada kami,
Begitu dengar lely sakit umi langsung berangkat ke Surabaya sendiri,
Demi menjenguk lely,
Padahal lely cuma sakit karena kecapean aja,
Lely inget tiap lely ultah umi selalu buatin tasyakuran kecil-kecilan,
Mendoakan lely agar bisa menjadi anak yang sholihah,
Tapi apa balasan lely?
Jangankan menjadi anak yang berbakti,
Inget ultah umi aja nggak,
Umi,
Apakah lely bisa menjadi wanita setegar umi,
Membesarkan tiga anak tanpa suami,
Kami tidak bisa dibilang sebagai anak-anak yang dapat meringankan bebanmu,
Selalu saja ada ulah yang kami perbuat,
Selalu saja ada khilaf dalam tiap langkah kami,
Tapi engkau tidak pernah mengurangi kasih sayangmu,
Yang kami rasakan justru kasih sayang itu semakin bertambah,
Dalam tiap sujudmu selalu ada doa untuk kami,
Engkau selalu mohon kepada Allah yang terbaik untuk kami dalam tiap tahajudmu,
Tapi kami?
Hanya memikirkan kepentingan kami masing-masing,
Jika kami dalam kesulitan kami selalu merengek meminta bantuanmu,
Tapi dalam bahagia kami sering dirimu kami lupakan,
Padahal,
Dalam tiap bahagiamu kami selalu menjadi bagian darinya,
Sedang sedihmu hanya kau simpan sendiri.
Ya Allah,
Kami adalah hambaMu yang tidak pernah luput dari dosa,
Sungguh tidak pantas jika kami meminta banyak dariMu,
Tapi pada siapa lagi kami bisa meminta,
Engkau yang memiliki kedua orang tua kami,
Hanya Engkau pula yang berhak atas mereka,
Beri kami kesempatan untuk berbakti pada mereka,
Beri kami kesempatan untuk membahagiakan mereka,
Ampuni segala dosa abah umi kami,
Berilah abah tempat yang terbaik di sisiMu,
Beri kami kesempatan untuk bisa menjadi anak yang soleh dan solehah,
Beri kami kesempatan untuk dapat merawat umi sebagai abah dan umi merawat kami sejak kecil,
Semoga segala amal yang kami lakukan menjadi amal jariyah yang tak akan pernah terputus untuk mereka.
Amin ya Rabb
Surabaya,
Pondok ayu, 15 April 2010, 22:50
Label: curhatQ




0 Comments:
Posting Komentar
<< Home